Beranda > Islam > Sembuh dari Kangker Gara-gara Sholat Tahajjud

Sembuh dari Kangker Gara-gara Sholat Tahajjud

Sembuh dari Kangker Gara-gara Sholat Tahajjud
Written by islamarket.net
Saturday, 11 April 2009 22:18 – Last Updated Saturday, 11 April 2009 22:22
Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan
tempat (maqam) terpuji disisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia
kedokteran. Menurut hasil penelitian Dr. Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu
shalat sunnah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.
Tidak percaya? “Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. Jika anda melakukannya secara rutin,
benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya anda terbebas dari infeksi dan kanker”, ucap Sholeh. Ayah
dua anak itu bukan “tukang obat” jalanan.
Dia melontarkan pernyataannya itu dalam desertasinya yang berjudul “Pengaruh Sholat
tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Respons Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu
Pendekatan Psiko-neuroimunolog i” Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor
dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang
dipertahankannya Selasa pekan lalu. Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya
merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah. Padahal jika dilakukan secara kontinue,
tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons
ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan imfosit-nya yang berupa
persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk
menanggulangi masalah yang dihadapi. (coping).
Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang
muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia menitik beratkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan
gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan. Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini
sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan
tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan
secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.
Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah
hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam
hari-atau setelah pukul 24:00- normalnya antara 69-345 nmol/liter. “Kalau jumlah hormon
kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebaliknya.
Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang
menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.
Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden siswa SMU
Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41siswa itu, hanya 23 yang
sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal
1 / 3
Sembuh dari Kangker Gara-gara Sholat Tahajjud
Written by islamarket.net
Saturday, 11 April 2009 22:18 – Last Updated Saturday, 11 April 2009 22:22
19 siswa yang bertahan sholat tahajjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30
sebanyak 11* rakaat, masing-masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya,
hormone kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika)
Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas
berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud.
Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajjud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual
untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. “Jadi sholat tahajjud selain
bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi
kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efektif,
emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress,” Nah, menurut Sholeh, orang
stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi.
Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak
terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan
terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis
menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan
tubuh yang baik. “Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan Berkurbanlah” , (Q.S.
Al-Kautsar:2) Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua
rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita
menunggu untuk bisa masuk diakal kita ??????? Seorang Doktor di Amerika telah memeluk
Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum
dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang
Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh
sebab itu itu telah membuka sebuah klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Quran” Kajian
pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat
didalam Al-Quran.
Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia
tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf
yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh
darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara
yang lebih normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu akkhirnya dia menemukan
bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika
seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk
beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut
kadar sembahyang waktu yang di ajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi
barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang
secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya
adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena sifat fitrah kejadiannya memang
2 / 3
Sembuh dari Kangker Gara-gara Sholat Tahajjud
Written by islamarket.net
Saturday, 11 April 2009 22:18 – Last Updated Saturday, 11 April 2009 22:22
telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini. Kesimpulannya : Makhluk Allah
yang bergelar manusia yang tidak shalat apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal
mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan
hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal.
Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal
hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara
yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak
bisa! untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul
bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat saat ini.
Dikutip dari:
http://islamarket.wordpress.com/2009/03/23/sembuh-dari-kangker-gara-gara-sholat-tahajud/
3 / 3

  1. Oktober 14, 2010 pukul 9:57 am

    Sebuah kisah yang sangat mengharukan dan Allah benar2 mau menolong hambanya jika dia mau mendekat dan berserah diri sm Allah..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: