Beranda > Islam > Takut Dimusuhi, Muslim AS Tunda Perayaan Idul Fitri

Takut Dimusuhi, Muslim AS Tunda Perayaan Idul Fitri

INILAH.COM, Jakarta- Warga Muslim di Amerika Serikat (AS) terpaksa menunda perayaan Idul Fitri karena bertepatan dengan peringatan 9/11. Perayaan itu diperkirakan dilangsungkan beberapa hari setelah 11 September 2010.

Sama seperti di Indonesia, di AS juga belum bisa dipastikan tanggal berapa hari Idul Fitri 1431 H. Namun diperkirakan jatuh pada 10 dan 11 September, tergantung dari posisi hilal.

Jika Idul Fitri jatuh pada 11 September, maka umat Islam dipastikan tidak akan melakukan perayaan atau kegiatan lain semacam pesta. Itu dilakukan agar jangan sampai muncul kesan ummat Islam larut dalam kegembiraan merayakan peristiwa 9/11.

Peristiwa 9/11 (nine-one-one atau biasa juga disebut nine-eleven) merupakan kejadian ketika dua menara kembar World Trade Centre (WTC) di New York runtuh akibat dihantam pesawat terbang. Pemeritah dan sebagian warga AS percaya bahwa pelaku serangan itu adalah teroris muslim yang dipimpin Osama Bin Laden. Namun, sampai sekarang belum terbukti siapa pelaku sesungguhnya.

“Sebagian besar masyarakat muslim enggan melakukan sesuatu yang dianggap perayaan pada 11 September, meskipun pada tanggal itu kami merayakan Idul Fitri, bukan merayakan peristiwa 9/11,” kata Direktur Komunikasi Council on American-Islamic Relations (CAIR) Ibrahim Hooper.

Pusat Budaya Islam di California baru-baru ini mengumumkan penundaan peringatan Idul Fitri di mana sebelumnya direncanakan pada Sabtu, 11 September. “Keputusan untuk menunda perayaan Idul Fitri disebabkan adanya peningkatan isu permusuhan kepada umat islam terkait usulan untuk membangun sebuah pusat kebudayaan Islam di Ground Zero (lokasi bekas gedung WTC).”

Pusat Studi Islam di Tennesse sempat menjadi berita nasional setelah masjid mereka dirusak bulan lalu. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menunda perayaan apapun pada hari Sabtu, 11 September.

“Ini menyedihkan bagi kami sebagai warga Amerika. Kami merasa tidak berhak melakukan perayaan apapun pada 11 September,” kata Abdou Kattih, wakil presiden dari pusat studi ilmu Islam tersebut.

Wakil Presiden Islamic Circle of North America, Naeem Baig menyatakan sebagai gantinyan banyak mesjid memutuskan untuk membuat acara di akhir pekan, dengan harapan dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat luas.

“Gelombang anti-Islam yang kita saksikan saat ini benar-benar mempengaruhi komunitas Muslim. Beberapa pihak takut terjadi kekerasan terhadap pusat kebudayaan Islam di wilayah mereka.

Sebuah gereja kecil pimpinan Terry Jones bahkan akan melangsungkan hari pembakaran Al Quran sedunia pada 11 September 2010. Meskipun dilarang pemeritah AS dan kalangan internasional lain, pembakaran Al Quran itu akan tetap dilangsungkan pada pukul 18.00 hingga 21.00 waktu setempat. [TJ]

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: