Arsip

Posts Tagged ‘Pernikahan’

Jangan Menikah Sama Cewe Jepang!

September 4, 2010 5 komentar


Yup, tentu semua akan ingin tahu, mengapa saya kasih judul thread ini seperti itu. Memang menurut pendapat saya, kalau kamu ingin bersenang-senang dalam hal pacaran, kamu bolehnya pacaran sama cewek Jepang, apalagi kalau ceweknya itu yang ngebet bener sama kamu. Kesenangan kamu akan terjamin mulai dari sandang, papan, pangan sampai kebutuhan ranjang!
Cewek Jepang akan sangat memperhatikan kamu sebagai pacar. Hadiah-hadiah akan mengalir dengan lancar selama kamu bisa membuat mereka merasa nyaman menjadi pacar kamu. Bahkan mereka tidak akan keberatan kalau kamu ngajak mereka “serumah” untuk kumpul kebo. Hubungan sex bukan hal yang tabu dan mengusik mereka, selama kamu nggak EDI TANSIL dan bisa disenangkan dan menyenangkan mereka.

Tapi….
Jangan pernah menikah sama mereka kalau kamu nggak siap lahir batin. Sebab, begitu menikah, kamu punya kewajiban dan tanggung jawab yang tidak sedikit. Bisa jadi bini kamu akan berhenti kerja karena hamil. Apa artinya? Artinya kamu-lah yang kudu tanggung jawab menghidupinya. kalau kamu nggak sanggup, kuping bisa merah dan darah bisa mendidih tiap hari dengar omongannya, apalagi kalau bini termasuk punya jiwa preman dan pesolek.

Setelah menikah dan punya anak…. kamu mesti bisa hidup mandiri lagi. Bini akan sibuk dengan anak dan pekerjaannya, baik sebagai ibu rumah tangga apalagi kalau bini juga kerja. Bagi cowok anak mami dan tidak sanggup kerja keras, silahkan lupakan mimpi untuk menikah dengan orang Jepang dan tinggal di Jepang. Pembantu rumah tangga adalah barang mewah untuk pekerja biasa maupun luar biasa kecuali kamu menikah sama orang yang memungkinkan punya pembantu, tapi sayang itu sedikit sekali di Jepang ini. Jangan pernah kamu bermimpi tiap sore dibikinin teh dan nyamikan sama bini kamu saat kamu punya bayi. Jangan pikir bini kamu akan dengan sabar menghadapi kamu kalau kamu selalu menolak membersihkan popok bayi atau bersih-bersih rumah.

Saya sering dengar ada orang yang cerita sudah menikah dengan ce Jepang dan tinggal di Jepang. Tapi tidak pernah dengar cerita mereka bahwa mereka bisa ongkang-ongkang kaki setelah pulang kantor untuk lihat TV sambil minum kopi plus baca koran sore. Kalau ada yang cerita kalau setelah mereka menikah masih bisa “rabu-rabu”… he.. he.. he.. trust me, dia bohong atau masih menikmati “saat-saat bulan madu”. Setelah masa itu lewat… wait and see! Begitu kamu tidak lagi berguna dihadapan bini kamu, siap-siap aja ditendang ke tong sampah dan jadilah kamu gelandangan. Cewek Jepang tidak akan ragu untuk itu karena mereka yakin mereka bisa hidup lebih baik tanpa kamu yang tak berguna!

Saya ada banyak cerita teman-teman yang tragis hidupnya di Jepang ini. Karena dirasa tidak bisa memberikan kehidupan yang layak oleh bininya, mereka didepak keluar dari rumah. kalu sudah begitu, bisa apa coba? Mau ke polisi… uih, cengeng amat! Dan sudah pasti polisi dan UU Jepang ini akan lebih mengutamakan warga negaranya sendiri.

So, kalau belum benar-benar siap, jangan pernah bermimpi menikah dengan cewek Jepang, walaupun cuman mimpi di siang bolong……. Kalau sekedar pacaran…. he.. he.. he.. boleh lah dicoba dan rasakan sendiri enaknya….

Ada yang ingin sharing, gimana repot dan sulitnya hidup di Jepang ini setelah menikah dengan cewek Jepang?

source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5202456

Kategori:Umum Tag:, , , ,

Iseng2 Mengukur Usia Pernikahan Menurut Rumus

September 1, 2010 Tinggalkan komentar

Meski pepatah mengatakan jodoh di tangan Tuhan, namun peneliti mencoba memprediksi kapan jodoh itu datang melalui sebuah rumus matematika. Menurut peneliti, usia menikah yang tepat merupakan salah satu faktor yang menentukan bagus atau tidaknya keturunan.

Rumus yang dikembangkan oleh peneliti dan pakar statistik dari University of New South Wales diklaim bisa memprediksi usia ideal kapan seseorang akan atau harusnya menikah. Dengan mengetahui pada usia berapa idealnya seseorang menikah, peneliti berharap setiap orang bisa mempersiapkan dirinya lebih baik lagi menuju pernikahan.

“Menerapkan ilmu matematika untuk memprediksi usia pernikahan memang tidak mudah, banyak faktor yang harus dipertimbangkan di dalamnya. Tapi jika Anda sudah ingin menikah, rumus ini mungkin berguna untuk memantapkan keinginan itu,” ujar Prof Tony Dooley dari NSW School of Mathematics and Statistics seperti dilansir Telegraph, Sabtu (13/2/2010).
Persamaan aljabar tersebut menurut para ilmuwan adalah rumus yang bisa menuntun seseorang pada cinta dan kebahagiaan yang sempurna. Meski banyak yang meragukan hal itu namun peneliti mengklaim rumus tersebut memiliki tingkat kesuksesan dan keakuratan sekitar 40 persen.

Peneliti mengembangkan rumus itu setelah melakukan survei dan analisis panjang terhadap beberapa orang. Beberapa faktor yang dijadikan pertimbangan adalah kemampuan finansial individu, riwayat kesehatan dan faktor genetik.

Beberapa studi sebelumnya menyebutkan bahwa kecocokan antar pasangan bisa ditentukan dari faktor aroma tubuh yang ternyata merupakan cerminan dari genetik seseorang. Studi itu menyimpulkan bahwa seseorang akan lebih tertarik pada orang yang memiliki gen yang berbeda signifikan dengan dirinya sendiri.

“Aroma tubuh sangat mempengaruhi ketertarikan seseorang. Pasangan dengan gen yang berlawanan ternyata adalah pasangan yang ideal dan cocok. Mereka juga cenderung memiliki keturunan yang sehat, kuat dan unggul,” tutur Prof Tony.

Namun kali ini peneliti bukan ingin menentukan pasangan ideal, melainkan usia ideal menikah. Berikut langkah-langkah yang telah disederhanakan dari rumus tersebut:

  1. Tentukan usia paling tua jika Anda harus menikah (target maksimal menikah), misalnya 39 tahun.
  2. Tentukan usia paling muda saat Anda berpikir seorang pacar/kekasih adalah orang yang cocok untuk dijadikan pasangan hidup, misalnya 20 tahun.
  3. Kurangi angka tertinggi dengan angka terendah kemudian kalikan dengan 0,368. Misal 39 – 20 X 0,368 = 6,992 (dibulatkan menjadi 7)
  4. Tambahkan hasil tadi dengan usia paling rendah saat berpikir punya kekasih (20 tahun).

Jadi, usia ideal Anda menikah adalah 20 + 7= 27 tahun. Rumus yang dibuat peneliti ini memang tidak selamanya tepat, namun setidaknya membantu seseorang untuk bisa mempersiapkan diri menuju pernikahan dan dianggap merupakan usia ideal jika ingin memiliki keturunan yang baik (di luar faktor lingkungan).

Beberapa studi sebelumnya sudah menyebutkan bahwa lebih cepat menikah akan lebih baik bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Menikah di usia tua (35-40 tahun) diketahui meningkatkan risiko penyakit kanker payudara untuk wanita dan kanker prostat untuk pria. Namun menikah terlalu dini (di bawah 17 tahun) juga tidak baik.

Namanya juga iseng2, ga slalu benar.
sumber: http://jekethek.blogspot.com/2010/02/tahukah-anda-kapan-akan-menikah.html