Arsip

Posts Tagged ‘Umum’

Kasihan , Anak Kecil Yang Tidak Bisa Menikmati Masa Kecilnya

September 4, 2010 Tinggalkan komentar
London, Alangkah sepinya hidup bocah Bea Todd yang harus selalu menjauhi teman-teman mainnya. Sistem tubuhnya yang amat lemah membuatnya tak boleh sembarangan bertemu orang.

Padahal masa kanak-kanak adalah saatnya untuk bermain dan berkumpul bersama teman-teman. Tapi bocah berusia 3 tahun harus selalu bermain sendiri agar teman-temannya tidak menularkan penyakit seringan apapun yang tidak bisa dilawannya.

Bea Todd dilahirkan dengan memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, hal ini mengharuskannya untuk jauh-jauh dari anak-anak lain seusianya. Ia tidak bisa bermain atau berkumpul di pesta ulangtahun temannya dan tidak bisa memiliki saudara kandung. Karena tubuhnya sangat lemah, ia bahkan tidak akan mampu melawan penyakit flu biasa.

“Agar semangat bermainnya tidak hilang dan ia bisa tetap menikmati masa kecilnya, kini ia memiliki taman bermain sendiri. Sekarang ia bisa keluar dan bermain kapan saja,” ujar Anna Todd (33 tahun) sang bunda, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (4/9/2010).

Anna menuturkan sebelum Bea memiliki taman sendiri terkadang ia harus melihat pemandangan ‘memilukan’ ketika melihat putrinya hanya bisa menonton anak-anak lain yang bermain di taman tanpa bisa ikut bergabung. Ia hanya bisa bermain di taman jika tidak ada anak-anak lain yang bermain, tapi jika ada anak-anak maka ia tidak bisa bermain dan terpaksa harus pulang kembali ke rumah.

“Sistem kekebalan tubuhnya sangat rapuh dan rendah, sehingga ia lebih mudah dan cepat terkena penyakit yang ringan sekalipun. Sementara itu tubuhnya tidak memiliki kekuatan untuk melawan penyakit yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut Anna menuturkan karena itulah ia tidak bisa bermain dengan anak-anak lain, karena terkadang seseorang tidak bisa mengetahui apakah anak tersebut memiliki penyakit seperti batuk, virus, infeksi bakteri atau cacar air yang bisa mengancam jiwanya.

Bea didiagnosis memiliki juvenile arthritis dan HRH hemophagocytic, hal ini diketahui setelah ia menderita ruam saat berusia 5 bulan. Ia harus menjalani perawatan di ruang intensif selama beberapa hari dan berada 6 bulan di rumah sakit. Bea berhasil melakukan transplantasi sumsum tulang di London’s Great Ormond Street Hospital ketika berusia 2 tahun. Setelahnya ia harus menjalani kemoterapi dan menghabiskan waktu selama 4 bulan di bangsal isolasi.

Hingga akhirnya pada Februari 2010 ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit, namun terdapat tabung di hidungnya yang berfungsi sebagai tempat pemberian obat dan juga transfusi trombosit setiap dua hari. Selain itu ia harus mendapatkan perlakuan yang intensif untuk mempertahankan dirinya dan keluarga juga harus tetap menjaga rumahnya agar selalu bersih.

Orangtuanya harus membersihkan rumah secara keseluruhan setiap dua hari sekali dan menggunakan alat penghisap debu setiap pagi untuk menghilangkan debu dan kuman. Sedangkan anak-anak kerabatnya baru diizinkan untuk bermain atau memasuki rumah jika sudah melakukan pemeriksaan terhadap masalah kesehatan dan penyakit.

kasian banget ya gan, masa” kecil adalah masa” yg indah, tp ini bocah gabisa menikmati masa kecil’a dikarenakan sistem kekebalan tubuhnya yg rapuh dan rendah..

source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5204820

‘Pintu Neraka’ Di Uzbekistan

Agustus 29, 2010 Tinggalkan komentar
INILAH.COM, Davaz – Ada pintu neraka di Uzbekistan? Kira-kira kondisi itulah yang terjadi di negara yang terletak di Asia Tengah ini. Ada lubang api menganga yang disebut mirip pintu negara.

Lubang api tersebut telah ada di Uzbekistan sejak 1975 dan hingga kini ukurannya semakin membesar hingga luasnya mencapai 2 kali lapangan bola. Tak hanya itu, kedalamannya pun mencapai hingga 30 meter.

‘Pintu neraka’ tersebut terdapat di lokasi jurang besar di bawah tanah. Ahli geologi menemukan lubang tersebut saat melakukan penggalian menggunakan alat berat untuk pengeboran gas alam. Saat itu,

semua peralatan penggalian masuk terperosok ke dalam lubang tersebut.

Seperti dilansir dalam AFP, Minggu (29/8), jurang itu dipenuhi dengan gas bumi yang beracun. Untuk menghindari gas beracun yang telanjur terbuka ke langit bumi itu menyebar, para ahli memutuskan untuk

membakarnya. Posisinya berada di dekat kota kecil bernama Davaz.

Praktis sejak 1975 lubang raksasa itu menyemburkan api seperti gunung berapi dan masih tetap menyala hingga kini walau sudah 35 tahun berlalu. Masyarakat sekitar tak ada yang berani mendekat karena

pengaruh medan panas hingga beberapa ratus meter sehingga dinamakan ‘pintu neraka’.

Sampai sekarang belum ada penjelasan apakah ‘pintu neraka’ itu ukurannya melebar atau stabil karena gas yang keluar dari perut bumi itu langsung terbakar. Walau terkena hujan pun, apinya tidak mati.

Lubang api raksasa itu kelihatan dari kejauhan karena berada di daratan tandus yang luas. Bila malam, tampak semakin jelas dengan sorotan cahaya kekuningan yang bersumber dari ‘pintu neraka’ itu.

Mirip dengan lumpur Lapindo, yang terus mengeluarkan lumpur panas gara-gara pengeboran yang dinilai gagal sehingga menyembur ke permukaan bumi.

Hingga kini juga belum ada ahli geologi yang mampu menghentikan semburan lumpur panas Lapindo. Yang bisa dilakukan hanya membatasi agar area efek lumpur panas itu tidak terus melebar. [bar]

http://inilah.com